Sori yah udah lama banget aku ga apdet, sekolah bener-bener gila-gilaan banget deh.
Rasanya pengen cepet-cepet minggu depan, abisnya libur soalnya ujian sekolah buat anak kelas 12 plakkkk Semoga kakak2 kita bisa menjalaninya dengan lancar yah, amin!!!
Aku lagi dendam banget sama `certain person`. Udah deh ga usah dibahas, makin kesel deh jadinya.
Dunno why but....I miss him. So damn much. JUNNOOOOOO I STILL LUPH U!!
Yak. Onto the renungan itself...
----
*warning: renungan kali ini pendek abis*
Cita-Cita
1.1 Pengertian
Cita-cita. Kata yang sangat familiar bagi kita bukan? Terutama bagi anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah termasuk saya
Sebenernya cita-cita itu apaan sih?
Menurut saya, cita-cita itu adalah tujuan. Tujuan yang sudah kita pikirkan semenjak kita kecil dan masih belajar. Tujuan yang harus kita pikirkan karena dipaksa oleh orang-orang yang terlalu berharap kepada kita.
Cita-cita itu bentuknya bisa bermacam-macam.
Bisa berupa pekerjaan, bisa berupa harapan yang benar-benar kita inginkan....dan masih banyak yang lainnya, tergantung dari pola pemikiran setiap orang.
Umumnya, cita-cita itu merujuk ke pekerjaan. Pekerjaan umum yang paling banyak diminati tuh biasanya dokter, teknik industri, akuntan, dan lainnya....
Cita-cita itu biasanya menghasilkan suatu motivasi. Dengan motivasi tersebut kita bisa berusaha keras. Kalau kita berusaha keras, dengan kehendak Tuhan kita bisa mendapat pekerjaan yang kita inginkan.
Tapi satu hal yang paling penting.
Dalam menentukan cita-cita, kita harus berpedoman pada dua hal ini :
Pertama, Sesuatu yang benar-benar kita sukai dan kita nikmati.
Kedua, Hati kita yang paling dalam.
Mungkin terdengar gombal, tapi ini serius loh.
Banyak orang yang sukses dengan pekerjaan mereka tapi mereka tidak menikmatinya.....
1.2 Pembahasan
Cita-cita itu biasanya datang di saat kita masih suka mengkhayal.
Masih inget cita-cita pertama kalian? Misalnya `saya pengen jadi astronot!!! Saya pengen nangkep alien` dan lainnya...
Terbayang yah betapa polosnya kita waktu kecil dulu.
Tapi waktu terus berjalan, begitu juga dengan perubahan diri kita.
Secara perlahan kita harus mulai berpikir logis, dimana kita harus menemukan pekerjaan yang bisa diterima masyarakat dan menguntungkan diri kita.
Pernahkah kalian merasa bosan?
Bangun pagi, pergi ke sekolah. Di sekolah, kalian belajar ilmu-ilmu yang belum tentu kalian pakai pada saat dewasa....
Terus setelah menyelesaikan sekolah, masuk ke perguruan tinggi, memilih jurusan yang sesuai dengan cita-cita kita...
Sehabis menyelesaikan kuliah, kita melamar kerja dan kalau diterima, mungkin kita berkerja di sana dalam waktu yang cukup lama....
Rutinitas orang biasa yang tidak pernah berubah.
Pernahkah kalian berpikir untuk menciptakan cita-cita baru untuk merubah dunia?
Walaupun terkesan bodoh...
Walaupun ditertawakan orang..
Lihat saja orang-orang sukses macem Albert Enstein, Thomas Alva Edison...
Kenapa saya bilang begini?
Karena dari khayalan kita, muncul harapan. Dari harapan tersebut, muncul inovasi baru untuk mewujudkannya.
Seperti kata Spongebob.
Imajinasi.
Hanya orang-orang kreatif lah yang akan bertahan di dunia yang keras ini.
Contoh? Misalnya arsitek. Padahal tugas arsitek kan cuman ngerancang bangunan. Yang ngebangun kan bukan dia, tapi kuli-kuli bangunan. Tapi yang terkenal siapa? Yang paling dihargai tuh sapa? Ya si arsiteknya.
Seperti kata pepatah, lebih baik orang yang MEMBUAT lapangan pekerjaan dibandingkan orang yang BEKERJA di lapangan pekerjaan tersebut.
Why? Because people needs something new.
Something fresh, and creative.
Terus agak sedikit melenceng dari topik nih.
Terkadang, orang yang punya cita-cita itu jalannya tidak semulus yang dia kira.
Banyak halangan yang menanti, misalnya biaya untuk kuliah...
Kondisi fisik atau bakat yang tidak sesuai....
atau ini yang paling krusial.
Tidak disetujui orang tua.
Yak mungkin kita sebagai anak tentu saja harus menuruti perkataan orang tua..
Tapi hati nurani kita tentu tidak bisa dibohongi.
Mereka bertindak begitu demi kebaikan kita juga..
1.3 Alasan
Apa alasan kita mempunyai cita-cita?
Apakah karena uang?
Seperti orang-orang yang bertekad menjadi artis karena gajinya banyak?
Apakah karena kita dipaksa untuk mempunyai cita-cita oleh orang yang terlalu banyak berharap kepada kita?
Apakah karena tradisi turun temurun?
It's funny though.
Kalau kita ditanyai seperti ini :
"Apa cita-cita kamu?"
Mikirnya bisa seabad.
Termasuk saya yang belum bisa menentukannya.
Karena kalau kita salah pilih cita-cita...susah lagi untuk memperbaikinya.
Balik lagi ke topik semula.
Kenapa yah kita musti punya cita-cita?
Toh ini hidup kita. Mau punya cita-cita ato engga yah terserah kita.
Tapi kenapa ya kalo engga punya kok rasanya ada beban gitu di hati?
Karena yah....sudah tradisi, seperti hukum yang tidak tertulis bahwa...
setiap orang harus mempunyai cita-cita.
Aku sih pengennya hidup santai setiap hari, tidur-tiduran di kamar, maen game seharian. Siapa sih yang ga pengen kayak gitu?
Tapi aku gak bisa. Kenapa? Well, karena hidup itu susah dan kejam.
Jadi saya berkesimpulan :
Cita-cita itu ada karena berbagai faktor.
Tapi alasan sesungguhnya adalah :
Because we like what we do.
Dan usaha kita SEKECIL APAPUN untuk mewujudkan harapan yang ada di benak kita.
Simple, isn't it?
----
Buset ngemeng naon sih maneh, udah ah mau tidur dulu, ngantuk cape habis ngerjain tugas yang nyebelin ituh. Dadah semua ^^
1 Komentar:
ih, aku senyum-senyum pas baca postinganmu~ *serem*
iyah, yang paling sulit diisi dalam biodata adalah cita2... malah saking susahnya jadi ga diisi...
`cita2 tak disetujui ortu` <---hmm, padahal cita2 yang kita tentukan sendiri kan bukan yang jelek2...
Poskan Komentar
<-- Back to the blog?