«
»
About This Plain Girl?
My Journal~
Let's Have a Good Talk!
My SoulMates~
Junk Pile~!

By YuirinMaze || Sabtu, 29 Januari 2011 on 05:15




Hi semuanya, long time no see~
Jadi kali ini kalian akan menemui saya lagi di segmen `Renungan Andita` bulan Januari!!! *plok plok*

Sori kalo aku telat banget ngapdetnya, sekolah lagi ga nyante nih, banyak banget tugas numpuk apalagi dari pelajaran biologi. Ngeselin setengah mampus pisan lah.

Terus kalian pasti bertanya-tanya, kenapa gambar pembuka kali ini adalah Changmin DBSK? Simple setengah idup, udah keliatan banget kalo aku lagi terobsesi sama dia. Temen-temen di sekolah udah pada tau kok gara2 fangirling yang norak banget

Btw aku ntar mau ikut lomba para-para di Tamagochi SMAN 5 Bandung. Nonton ya, kapan lagi coba liat andita nari para-para pake rok mini dan pose sok imut? najis abis

Yok! Onto the renungan itself.....

----

*warning: otak lagi ngaco, jadi renungan juga ngaco*

Dua Sisi

1.1 Pengertian
Apa yang dimaksud dengan dua sisi? Ada banyak pengertian dari dua kata ini karena artinya tuh meluas banget. Kalo mendengar kata-kata ini, orang-orang pasti berpikir macem-macem. Ada yang mikirin sisi dalam hal mengenai dimensi seperti samping depan belakang bawah atas. Ada yang mikirin soal sisi di gambar bangun. Bahkan ada yang mikirin soal sisi-sisi segitiga yang dipake buat trigonometri *sumpah tuh orang kurang kerjaan banget* dan masih banyak yang lainnya.

Saya berbicara mengenai dua sisi ini dalam kontents yang agak berbeda.
Dua sisi yang saya maksud adalah dua sisi dominan yang ada di dunia.

Apa aja tuh?
Dunia itu dibagi ke dalam berbagai macam bagian. Tapi kebanyakan dibagi antar dua sisi, atau lebih tepatnya dua pihak, seperti utara dan selatan, barat dan timur, dan sebagainya.

Yang paling utama : BENAR dan SALAH

Dunia itu selalu terbagi ke dalam dua pihak itu. Yang tidak benar adalah salah, begitu pula sebaliknya.

Sebenarnya apa definisi dari benar dan salah itu sendiri?
"Benar" lebih cenderung ke arah yang berbau 'kebaikan' 'keadilan' dan sebagainya.

Kebenaran biasanya disimbolkan dengan lambang cahaya atau warna putih.
Orang-orang yang berada di sisi `benar` ini biasanya adalah orang yang berpegang teguh kepada kebenaran, misalnya aparat kepolisian dan detektif.

Dunia selalu lebih condong ke arah kebenaran. Fakta yang tak bisa diubah.

Sedangkan "Salah" lebih cenderung ke arah yang berbau 'kejahatan' 'ketidakadilan' dan sebagainya. Gampangnya sih, "Salah" itu counterpart dari "Benar".

Kesalahan biasanya disimbolkan dengan lambang kegelapan atau warna hitam.
Orang-orang yang berada di sisi `salah` ini biasanya adalah orang melakukan berbagai tindakan yang sebagian besar tidak bisa diterima oleh masyarakat dunia, misalnya penjahat dan teroris.

Berbanding terbalik dengan benar, `salah` itu selalu ada di sisi yang selalu diburu dan ingin dihapuskan, seolah-olah tak pantas berada di dunia ini.

Tapi ada yang perlu dipikirkan baik-baik.

Kebaikan belum tentu benar, dan Kejahatan belum tentu salah.

Persepsi terhadap kebenaran dan kejahatan bagi setiap orang itu relatif, jadi pasti hasil pemikiran mereka berbeda-beda. Ya itulah gunanya akal, kalau semua orang berpikiran sama pasti jadinya ga asik dong *naon deui ih*

Nah terus intinya apaan dong?
Aku cuman heran aja, kenapa ya dunia musti dibagi-bagi seperti itu?

Kenapa harus ada dua sisi yang berlainan? Kenapa kedua sisi itu tidak menyatu dan membentuk suatu kehidupan baru yang jauh berbeda?

Saya tidak mengerti....
Ya udah deh ah. Lanjut ke pembahasan.

1.2 Pembahasan
Sebenarnya apa yang mendasari seseorang itu berada di jalan yang benar dan di jalan yang salah?

Apakah karena tindakan mereka? Ataukah karena pemikiran mereka?

Seperti yang saya bilang sebelumnya, benar salah itu relatif.
Misanya aja ambil contoh yang paling gampang deh, yaitu menyontek.

Mungkin bagi sebagian besar murid termasuk saya hal itu termasuk wajar =))
tapi mungkin tidak bisa ditoleran sebagian orang.

Atau misalnya pencuri yang mengambil uang dari orang kaya, tetapi uang itu digunakan untuk membantu orang-orang miskin.

Nah loh...susah kan?

Nah terus siapa tuh yang menentukan kadar seseorang telah berbuat benar atau salah?
Itulah gunanya peraturan dan hukum. Karena hukum bersifat memaksa, maka orang-orang dipaksa untuk berpihak kepada kebenaran.

Yang masih saya heran, kalo misalnya kebenaran adalah suatu hal yang mutlak di dunia ini, kenapa masih banyak orang yang melakukan kejahatan, yang disinyalir ada di pihak yang `salah`?

Padahal pihak yang salah itu kan minoritas.

Faktornya ada banyak, salah satunya ya kesulitan ekonomi. Yang paling gila sih ya itu cuman gara-gara hobi doang. hiiy.

Sebenarnya indikator benar atau salah itu apa?
Yah mungkin di dunia ini semua itu ditentukan oleh peraturan dan hukum.

Siapa sih sebenarnya yang membuat peraturan dan hukum itu?
Ngerasa kayak orang paling benar aja? Kan yang paling benar itu Tuhan.

Jabatanlah yang berbicara.

Bicara tentang hukum, hubungannya erat dengan keadilan.

Apakah semua orang sudah setuju dengan peraturan yang ada? Tidak.
Apakah semua orang sudah merasakan keadilan dari semua itu? Tidak.
Apakah sistem hukuman sudah disetujui semua orang? Tidak. (mungkin?)

Dunia ini terbagi menjadi dua sisi karena satu alasan simple : mereka berbeda pendapat akan persepsi benar dan salah. Mereka mengambil jalan tersebut karena itulah jalan terbaik menurut mereka.

Memang sih ada pihak yang netral, tapi banyak yang menganggap mereka hanyalah pihak yang plin plan dan tidak berpendirian. fuh, padahal gak gitu juga sih.

Hitam dan putih...
Baik dan jahat...
Cahaya dan kegelapan...
Setia dan khianat...

Apakah mereka bisa bersatu untuk membentuk dunia yang kita inginkan?

Jah, ini mah muter-muter balik lagi ke keadilan.
Mungkin kalo dua sisi itu bersatu akan membentuk suatu keseimbangan atau keadilan?

Yang masih lama untuk tercapai tentunya.

1.3 Alasan
Nah sekarang inilah pokok permasalahan.

Kenapa ya dunia ini cenderung memilih kepada kebenaran?
Mungkin karena kebenaran itu selalu cenderung ke arah keamanan.

Yang mungkin tidak menumpahkan darah.
Tidak menyebabkan korban jiwa mati sia-sia.

Kejahatan banyak menimbulkan kerugian.
Tapi masih adaaa aja yang lakuin kenapa ya? *gemez*

selain faktor-faktor yang udah saya sebutkan, ini yang paling ngaruh.
Hati. Hati nurani mereka memilih apa? cahaya atau kegelapan?

Karena orang-orang yang berbeda prinsip inilah..
Dunia terbagi menjadi dua sisi yang berbeda tipis.

Tipisnya tuh kayak `garis antara cinta dan benci`

Terus kalau misalnya dunia cuman punya satu sisi aja gimana?
misalnya cuman ada kebenaran atau cuman ada kejahatan doang.

Yang satu terlalu damai dan aman. Yang satu mengakibatkan kerusakan.

Jadi kata aku sih, dua sisi itu ditakdirkan untuk bersama ya karena mereka bisa menyeimbangkan satu sama lain.

Kalau misalnya cuman kebenaran yang ada pasti jadinya terlalu damai dan aman. Ga akan ada lagi berita-berita yang bisa kita bicarain ataupun ketegangan tersendiri yang bisa membuat hidup kita lebih berwarna.

Bukannya aku ngarep ada kejahatan loh. Amit-amit deh ah.
Itulah rencana Tuhan. Apa yang diberikan Tuhan tak pernah menjadi sia-sia.

Manusia memang hanya bisa berencana, tapi terlaksana atau tidaknya yah tergantung pada Tuhan juga artinya. Jadi? semua ini memang sudah direncanakan.

Hitam putih.
Yin dan Yang.

Sungguh suatu masalah yang kompleks. *sigh*

----

Sori kalo aku ngebacot full bener, otak masih bener-bener kaco. Maaf banget ya *nangis*
Sampai jumpa bulan depan! ^^ *tinggal berapa hari lagi coba*









Label: , , , , ,



Give me some ♥?| 2 ♥(s)

2 Komentar:

Blogger Yuni Yoone mengatakan...

ini renungan kenapa labelnya ada 'dbsk'nya? XDD *belom baca sampe habis*
*diinjak*

29 Januari 2011 18:52  
Blogger YuirinMaze mengatakan...

soalnya ada foto changminnya *?* xD

jah ini anak...baca dong sampe abis =)) gimana? ngaco seperti biasa ya? *ato malah nambah ngaco?*

30 Januari 2011 07:49  

Poskan Komentar

<-- Back to the blog?